Yuk main, yuk

Kemarin cuaca enak, berasa hangat walaupun anginnya masih dingin. Tapi dinginnya gak dingin2 amat sih. Kelihatannya musim semi sudah mulai datang. Namun siapa tahu, beberapa tahun lalu masih suka datang badai salju di bulan maret. Maksudku, moga2 hari minggu ini juga enak. Aku pergi bawa kakak dan adik main.

Pertama ke playground kota tempat kami tinggal. Playground yang bagus, besar, lengkap, dan lapang. Maka dari itu yang datang selalu banyak🙂 Ini kali ke-3 anak2 main di situ. Kakak girang sekali begitu kita memasuki parkiran. Dalam bahasa Inggris dia bilang:

“O aku suka playground, ayo ibu, kita ke sana” dan dia dengan lancar membuka seatbeltnya sendiri, yang biasanya dengan susah payah dia bilang: “aku gak bisa ibu, ini terlalu keras, tolong ibu” heheh… manja itu sih.

Adik juga kelihatan senang. Sebelum turun, seperti biasa ada syaratnya: “be….”

“Be careful and be good” kata kakak🙂

“Be good maksudnya” tanyaku, “share, wait your turn, give others turn, listen to my words”

“oke” kata kakak ;))

Mereka mulai beraksi, naik turun di playset yang untuk usia mereka, kemudian naik swing. Adik pertamanya saja senang, begitu terasa, dia merengek minta turun. Kemudian naik swing yang besar, adik duduk dipangkuanku. Dia senang sekali. Namun dia lebih senang mendekat anjing2 yang diikat dipagar sementara para tuannya main ;)) Begitu anjing pergi, adik nangis.

Kakak sudah berani dan bisa naik playset yang untuk usia 5-12 tahun, aku deg2an karena hanya bisa mengawasi dia dari jauh karena harus menggendong adik. Namun kakak sudah bagus kontrolnya. Kakak juga ikutan naik spinner bersama anak2 lain. Ketika adik ngantuk, kita pulang dengan sedikit bujukan karena kakak tidak mau kembali ke mobil.

Setelah itu, aku ajak mereka makan di fastfood😦 Iyaaa sebetulnya tidak bagus, namun aku suka mengajak mereka ke sana sekali2. Sekalian mengajari tata krama makan di luar, hihihi alesannya🙂 Kali itu, kakak hanya menghabiskan goreng kentang dan 3 potong nugget ayam, sementara adik hanya main2 dan melempar2 nuggetnya. Di mobil, baru adik makan kentangnya. Belakangan adik senang sekali melempar2 makanan😦

Lepas makan itu, kita masuk ke toko mainan, mencari mainan yang kemarin dijanjikan ke kakak. Di lorongnya, aku cari2 ternyata tidak ada. Kakak sih sudah tidak peduli pada mainan yang diinginkan kemarin, karena sibuk memegang semuanya dan ingin semuanya. Dia ribut terus pengen tetap di lorong mainan favoritenya sementara aku muter2 mencari barang sale. Setelah puas melihat2, aku memutuskan keluar dan tidak beli apa2. Kakak mengerti setelah dinasihati. Aku bersyukur dia memang tidak suka ngotot di toko ;)) Ngotot di rumah sih iya, ngomooooong terus nagih dibelikan, tapi gak sampe nangis atau ngamuk2.

Eh, dipintu keluar, memang rejekinya kakak, mainan yang dicari ada, dia girang bukan main. Adik juga aku pilihkan mobil2an biar gak rebutan. Begitu? Karena yang diinginkan adik bukan mainan lain, melainkan mainan yang dipegang kakak ;)) Sebelum keluar toko sempat terjadi insiden, sampai aku harus bilang:

“Mumpung masih dekat kasir nih, ibu kembalikan ya…” Mereka kompak bilang: “No…” Kemudian mereka akur dengan indahnya🙂

Author: aku, si ibu

Hanya aku... ya aku... siapa lagi :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s