Mereka saling…

Ibu pegang adik sampai gak bisa lepas. Adik ketawa2 geli dan teriak2 “abuuuu… abu…” maksudnya minta dilepaskan.
“Ayo minta tolong kakak, bilang help”
“Heeeep… heeeppp” kata adik sambil tangannya menggapai2 ke arah kakak. Kakak datang dan kitik2 ibu. Ibu pura2 geli dan melepaskan adik
“Oh… you save your brother…” terus giliran kakak dipegang ibu. Kakak teriak2
“Adik… help diiik…” Adik nyengir
“tickle ibu diiik… help…” Adik loncat-loncat sambil ketawa
“adiiiiik heeeelp” adik ngeloyor cuek
Tapi sering juga adik terus datang dan menarik tangan kakak, adik belum ngerti untuk kitik2 ibu.


Kakak-adik main berdua. Menasihati adik mudah saja, diturutnya itu yang gak janji. Kalau menasihati kakak mending deh.
“Adik, airnya jangan dibuang ke luar ya” je… jawabnya
“Kakak, airnya jangan dibuang ke luar ya… kasih tau adik juga, kalau airnya keluar, mandinya selesai” ok… jawab kakak
Gak lama, adik tertangkap tangan menuang2 air ke luar bak mandi sampai menggenang. Kakak bilang:
“It’s ok ibu, just a little bit”
“Sedikit tapi sama saja, ibu gak dengar kakak mengingatkan adik, mandinya selesai ya…”
keduanya protes😀

Eh, cara seperti itu berhasil. Ketika main di halaman, pesanku:
“Adik, jangan jauh2 ya” jeee, jawabnya
“Kakak, jangan jauh2, kasih tau adiknya, kalau jauh2, mainnya didalam saja” oke kata kakak, aku di dalam pura2 sibuk dan tentu saja tetap memperhatikan dengan sudut mata. Gak lama kedengeran kakak teriak:
“Adiiiik, stop. that’s tooo far” kelihatan adik mendekat lagi
Lama2 adik susah balik laginya, aku turun tangan:
“Adik, mainnya di dalam saja ya…” adik kembali… tak lupa aku berterima kasih pada kakak
“Thank you for letting me know kak, you are very helpful” indeed kak…

Kalau mau berangkat, ibu bilang ke kakak:
“Kakak, pakai sandal ya…” gak lama kakak datang
“Look ibu, i did it by myself” matanya berbinar2, aku peluk dan puji2, i am proud… indeed…
“Sekarang bantu adik pakai sandal” kalau begini biasanya langsung mau, pas diintip adik sedang berdiri tangan satunya pegang tembok, kakinya satu persatu dipasangkan sandal oleh kakak.
“No dik, kaki kanan dulu ya… ok good, sekarang kaki kiri, no diiik, belum selesai, ok bye-bye adik” hahha… adik rupanya melarikan dulu, mendengar kata ‘bye-bye’ yang artinya ditinggalkan, adik kembali ke kakak. Tak lama, kakak menuntun adik menghampiriku:
“Look ibu, kakak help adik put on sandals” Oh… surga dunia…

Author: aku, si ibu

Hanya aku... ya aku... siapa lagi :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s