Adik…. adik… adik…

Kalau adik ngambek karena dilarang atau gak dikasih yang dia mau, adik sesegukan, nafasnya dulu, seperti nahan tangis, matanya merem. Selanjutnya, kalau masih dicuekin, adik nangis beneran, mata, alis, dan bibir sedemikian rupa menjadi tampang yang menyedihkan, memelas, atau sengsaraaaaa kesannya, hihihii antara lucu dan kasihan. Ibu suka nahan2 senyum saja. Kadang, ibu memeluk adik, kadang juga cuman ngebilangin, atau dibiarkan.
Nah kalau masih dibiarkan, ntar adik makin jadi, menjatuhkan diri ke karpet, kursi atau nempel ke tembok, mukanya ditutup dan nangis sesegukan, hihihi…

—-

Suatu hari mau pergi, aku bilang adik-kakak untuk siap2, pake sandal. Terus aku tanya: “semua siap?” Kakak dan adik jawab yang berarti siap. Mereka bahkan sudah nunggu di depan pintu. Begitu aku keluar mau pergi, adik ternyata pakai sepatu bapaknya!

—-

Belakangan adik sedang senang pake sandal/sepatu sendiri. Saking senangnya, di dalam rumah selalu pake sandal atau sepatu. Yang dipakai gak selalu punyanya, sering juga pakai sepatu/sandal kakak. Atau bahkan sepatu ibu, kedepruk kedepruk keliling rumah🙂 sering ibu ngatkan adik ntuk melepas sepatu, adik jawab No. Kalau ibu coba lepas sepatunya, adik menolak juga.

Kalau adik sedang ngapa2in terus ibu dekati dan adik gak mau, adik bakal nunjuk2, maksudnya nyuruh aku pergi ke sana saja. Pernah juga ada anak sebayanya mendekati dia. Adik gak setuju dan babbling sambil nunjuk2 ke arah lain, nyuruhanak itu pergi, heheh…

—-

meniru kakak adalah kesukaannya. Kakak berdiri di pojok, entah ngapain, adik diam memperhatikan. Setelah kakak pergi, adik ke pojok yang sama dan berdiri sejenak, entah apa yang dirasakannya😀 Kakak main balon, adik pun sama. Kakak main sendok, adik segera buka laci tempat sendok dan main sendok seperti kakak. Repotnya, kalau barang yang dipegang kakak cuman satu, adik merengek2 ke ibu minta yang dipegang kakak: “mau iniiii” katanya. Setelah dipinjami kakak, adik pun hanya pegang sebentar karena maunya sama dengan kakak😉
Kalau kakak bilang: “are you alright ibu?” adik pun menirukan, berhenti main, menghampiri ibu, menelengkan kepala dan bunyi seperti kakak, ketika ibu jawab,”ya dik makasih” adik pun ngeloyor pergi.
Ketika kakak minta ijin untuk pakai sendal ibu, adik mendatangi ibu dengan nada sama, ibu jawab:”iya dik, okeee” adik pun segera ambil sendal atau sepatu ibu, hihihi…

Author: aku, si ibu

Hanya aku... ya aku... siapa lagi :)

1 thought on “Adik…. adik… adik…”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s