Program membaca musim panas

Summer reading program di perpustakaan sudah dimulai sejak tanggal 5 kemaren. Hari ini, aku baru bawa anak2 ke perpustakaan. Gak ikut program rutin, sekedar mau pinjam buku dan mengembalikan yang dipinjam. Kakak seperti biasa, menahan kuat2 salah satu buku Thomas and Friendsnya. Namun, setelah dinasihati, kakak mengerti dan mau mengembalikan semua bukunya. Sayangnya, koleksi buku thomas and friends pun tentang kereta di perpustaan sedang habis😦 Bahkan video pun baru saja diambil seorang anak. Ketika dikasih tahu, kakak ribut terus nanya kemana anak yang ambil video Thomas. Entah mau apa, mau lihat saja, atau mau diambil, hehhehe…

Begitu melihat meja pendaftaran program membaca musim panas, aku daftar saja untuk kakak dan ternyata ada program buat adik juga. Caranya mudah. Untuk kelompok usia kakak, cukup membaca buku atau dibacakan, kemudian kasih tanda pada kertas yang dikasih. Setiap sampai 12 hitungan, bisa ditukar dengan hadiah. Hitungannya bisa berupa: membaca 1 buah buku, 20 menit membaca, 500 halaman, atau apa ya 1 lagi. Ada 3 hadiah untuk kelompok umur kakak. Sementara untuk adik, kita bacaan bukunya atau ikut program baca cerita di perpustakaan. Hadiahnya dapat 2 macam. Setiap anak bisa mulai lagi dari awal jika jatah membacanya sudah selesai sementara program masih berlangsung (sampai akhir juli).

Kakak semangat sekali membaca bukunya karena mau dapat hadiah. Ada kacamata renang, bola pantai, dan buku. Sampai di rumah pun teruuuus saja minta dibacakan buku. Hasilnya, adik jadi ikutan. Jadi deh sekali merengkuh dayung 2-3 pulau terlampaui. Bahan, untuk buku level kakak, aku suruh kakak membacakan buat adik. Seru deh lihatnya😉

Perpustakaan sendiri menjadi penuh dan banyak anak yang mengisi kegiatan liburan musim panasnya. Para orang tua, umumnya ibu, banyak yang sekedar duduk menemani, atau membacakan bukunya pada anak2 mereka. Ada juga yang datang untuk mengerjakan PR sekolah musim panasnya.
Kakak dan adik sibuk lihat2. Mencari buku yang disuka, main game di komputer, aku bacakan buku, kemudian mulai lari2 dan jerit2. Padahal sebelum ke perpustakaan suka ditanya:
“Aturan di perpustakaan apa kak?”
“Be quite, no screaming, no running”
“Good…”
“Iya, kalo screaming kalo naik roller coaster aja… gini: aaaaaaaaa, kalo running around at home, at library no ya…” Heheheh… kakak ngomongnya campur2, terutama untuk kata2 kecil seperti: no, aja, di, gini, ya🙂

Author: aku, si ibu

Hanya aku... ya aku... siapa lagi :)

4 thoughts on “Program membaca musim panas”

  1. iih kaka m bas pinter ya, suka bgt sm membara. buku adalah gudang ilmu+jendela dunia loh, hmmm mudah2n d ckd ada…

  2. amin wa pipit, suka ada perpus keliling katanya? atau perpus di SD?
    katanya yang penting itu kebiasaan membaca, gak perlu buku anak2, misalnya buku ilmiah dibacakan ke anak sejak bayi itu bagus, o ya tentunya lebih bagus lagi baca Al Quran-tafsirnya.

    pernah baca di kompas, ibu senang bacakan buku ilmiah ke bayi, pas anaknya bisa ngomong tahu jenis2 jamur yang bisa dimakan atau beracun, heheh…

  3. perpus keliling mh gk ada ga tau deh kl msl di desa yg agk gedean mh ky luragung mgkn ada tp k ckd mh gk ada. kl tiara lg maen k indrmyu sm pi2t suka dbwa k taman bacaan yg tmptna di sekitar komplek gereja.bukuna bnyk bkn hny bwt umat kristen aja tp bwt umum. kyna tiara jg udh sneng bgt m bca,kliatan kl dia liat koran,buku,ato apa aja yg ada tulisanna dia pst anteng dibolakbalik, dibuka2,trs pura2 dbca.kdg jg smp sobek tuh krts saking semangatna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s