Miss Sue datang

Miss Sue Dale, guru PAT (Parents As Teacher) biasa datang ke rumah sebulan sekali untuk memantau adik. Makanya, datangnya biasa pas kakak sekolah. Kali ini, Miss Sue datang untuk kakak. Adik dibiarkan saja ikut2 namun, semua kegiatan fokusnya untuk kakak.

Belakangan, kakak suka kecewa kalau dibilangi Miss Sue hari itu datang ketemu adik. Kakak pengen ketemu juga. Jadi kali ini, kakak antusias sekali. Dari kemarin, kakak menunggu Miss Sue. “It takes a long time, ibuuuu” katanya merajuk.
Jadi, waktu diajak tidur ada alasan: “Cepat tidur, agar cepat bertemu Miss Sue”🙂

Waktu bel bunyi pertanda Miss Sue datang, kakak antusias membuka pintu dan bilang “Hai” Kakak juga menjawab “good” waktu ditanya: “how are you” atau “how is school” kemajuan banyak sekali dibanding waktu Miss Maureen ke rumah, kakak malu2. Padahal sama Miss Sue juga sudah lama sekali gak ketemu, mungkin lebih dari setahun.

Kakak main game kelompok, ber3 sama aku dan Miss Sue, ditambah gangguan adik. Adik cari perhatian sekali, semua mainan kesukaannya dibawa ke hadapan miss Sue dan ditunjuk2. Lama2, buku2 kecil dino dilempar ke kepala Miss Sue. Naik2 meja dan ikutan main dengan kakak.
Game pertama, intinya belajar take turn/nunggu giliran, mengikuti aturan, berhitung, dan kalah-menang. Gamenya lebih sederhana daripada ular-tangga yang biasa aku mainkan sama kakak.

Game kedua, kakak main sendiri, melempar dadu dan melakukan perintah pada kartu dengan nomor yang ditunjukkan dadu. Misalnya dadu angka 1, kakak ambil kartu berangka 1, di situ ada perintah: baca, tulis, hitung, nyanyi, gerak, gambar, warna, dll. Menarik sekali karena semua perintahnya harus sesuai dengan kapasitas umur kakak. Normalnya, kakak harus bisa melaksanakan semua perintah. Namun ya setiap anak ada sisi lebih dan kurangnya, begitu pula kakak. Kakak bagus dalam menghitung, namun pas disuruh nendang bola gak bisa, hihihi jadi pengen ketawa lihatnya🙂

Satu jam dengan acara padat kayaknya memang pas buat kakak. Kelihatan kakak pun sudah mulai “ngawur”. Kalau disuruh lari, dia lari ke kamar dan lama gak balik lagi, hihihi… Terus balik lagi ke meja kereta, bukan ke game😀
Adk juga sudah anteng sendiri main puzzle. Miss Sue kagum dengan kemampuan adik menyusun puzzle, dengan sedikit bantuan saja, adik sudah bisa menyelesaikan 12 pcs puzzle.

So far, kesimpulan Miss Sue, kakak baik2 saja. Kemampuan akademin kakak bagus. Kendalanya tetap: bahasa. Kakak tetap dianjurkan sering bersosialisasi🙂
2 bulan lagi kunjungan Miss Sue khusus untuk adik.

Oh ya, kegiatan PAT ini dananya mayoritas dari pemerintah. Namun berhubung krisis dan kena pemotongan, banyak kegiatan yang tadinya gratis harus bayar. kunjungan ke rumah pun tadinya 1 bulan sekali jadi 2 bulan sekali. Bahkan di beberapa distrik, mereka tidak menerima murid baru.

Sebetulnya, yang disebut murid adalah orang tuanya. Mereka datang kerumah mengajak anak main, memantau pertumbuhannya, dengan cara itu mereka menunjukkan ke orang tua bahwa hal2 seperti itulah yang harus diperhatikan saat bermain dengan anak. Menarik kan?
Ya kita ikut juga karena gratis😉
Eh… tax kita dong yaaaa… gak ada lah yang namanya gratis🙂

Author: aku, si ibu

Hanya aku... ya aku... siapa lagi :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s