Labor day trip (3-habis): chicago, IL

Ah… Chicago itu indah menurutku. Kota besar namun gak besar2 amat. Rapi, artistik, historical… Bener gak sih pengamatanku? Dibandingkan New York yang jelas ramai minta ampun. Chicago ini masih bisa disusuri ujung keujung dalam sehari dengan mudah. Namun sayang bagi kami yang senang gratisan 😉 free trolley untuk kelilong kota sudah tidak ada lagi sejak beberapa tahun lalu. Eh meman kapan terakhir kami ke chicago? Setelah sejak 2003, paling tidak setahun sekali kami ke sana.

dsc_0390

Sampai-sampai kami memiliki foto dilokasi yang sama: tepian danau michigan depannya Addler planetarium. Latar belakangnya skyline chicago. Sejak kami berduaan, berfoto dalam salju tebal, sampai saat ini dengan 3 anak kecil, alhamdulillah. Sejak berfoto dengan kamera menggunakan klise, sampai sekarang menggunakan SLR, membuat hasil foto nampak lebih bagus dari aslinya, hahah…

dsc_0488

Pagi dari setelah sarapan di kamar, kita menuju downtown atau pusat kota chicago, tujuannya langsung ke depan adler planetarium. Nampak chicago pagi hari berpayung awan2 kelabu. Namun menjadi jernih dan cerah beberapa saat kemudian. Parkiran coin yang biasanya menjadi free saat libur berubah dengan mesin parkir lebih canggih: menerima gesekan kartu kredit juga. Jika dulu cukup 1 quarter untuk 15 menit, sekarang minimal 1 jam seharga $6. Pagi itu, rejeki kami, mesin meternparkir tersebut belum bisa digunakan, dia belum bisa ngeprint tanda bayar yang digunakan sebagai tanda parkir, sampai jam 9. Katanya lagi, kata orang lewat, hari itu memang tidak perlu bayar karena libur. Alhamdulillah.

dsc_0404

Kami pun segera menuju tepi danau, untuk berfoto. Persis, hanya berfoto. Tidak perlu lagi duduk2 melihat pemandangan. Selain serasa sudah hapal dan bosan, kehadiran anak2 yang sibuk lari turun naik tangga juga tidak mengijinkan untuk duduk santai. Suasana nampak selalu sama. Mereka yang berfoto seperti kami, yang jogging, yang sepedaan, atau berjalan pelan, hilir mudik lewat. Di seberang, tidak ada yang berubah dengan skyline kota. Shed akuarium yang paling dekat, sears tower di keajuhan, gedung dengan atap bentuk diamond, dan di ujung kanan ferrys wheel di navy pears.

Pindah ke atas, ke halaman adler planetarium juga masih sama. Hanya nampak danau jauh di bawah. Anak2 berlari semakin jauh. Mendekat ke pintu masuk adler, mengikuti mereka yang mau mengunjungi planetarium. Bahkan k terus merajuk ingin masuk ke dalam 🙂 itulah k, asal sabar menasihati, dia masih akan cemberut namun nurut.

Selesai sesi foto di dekat danau, kami hanya cukup waktu untuk mengunjungi 1 tempat lagi. Pilihan ke millenium park. Aku suka taman itu. Gabungan antara keindahan alam dengan futuristis. Juga ada air untuk anak2 bermain.

dsc_0535

Di patung berbentk kacang besar, kami foto2 lagi. Melihat dan mengagumi karya manusia. K dan b hanya tertarik beberapa saat, selanjutnya lebih senang berlari kesana kemari dengan gembira.

Brbeda ketika memasuki Crown Fountain. Dua bangunan yang mengeluarkan air sehingga anakanak bermain di antaranya. K dan b pelan pelan berjalan di air. Lama lama mereka tidak sungkan lagi untuk bermain. Walaupun sudah diingatkan agar bajunya tidak basah, tetap saja tidak peduli. Berlari, loncat, tiarap, siram2, dan menunggu air terjun keuar. Lagi, ketika saatnyaharus berhenti, mereka menjadi cemberut 🙂

dsc_0604

S sama sekali tidak tertarik untuk main, persis 5 tahun lalu ketika K diajak ke situ, diam digendongan, K bahkan tidak mau mengamati suasana, melihat kekejauhan.

Menuju parkiran mobil, ganti baju k dan b yang basah, makan siang di mcD seberang parkiran, kemudian aku dan K menyempatkan berjalan menuju walgreens untuk membeli cendera mata. Oh… Semua harga sudah berubah sejak 3 tahun lalu! Bahkan postcard biasanya 35cent sekarang seharga $1. Bukan harga bensin saja sekarang yang mahal di chicago 😉 oh ya, saat kami makan di kcD pun, kami tidak boleh merefill teh manis yang kami beli. Benar kan, semua mahal di chicago?

dsc_0520

Selesai kunjungan kami di chicago. Ditandai obrolan kami dengan K tentang mobil yang parkir di tow zone dan tentu saja ketika mereka kembali, mobilnya sudah tidak ada. K sibuk bertanya apa itu towzone, dibawa kemana mobilnya, apakah mobil kami pernah kena tow juga, apa sebabnya… Dll

Di paruh perjalanan antara Chicao-st louis, kami mampir di Urbana, bersilaturahmi ke salah satu keluarga muslim indonesia. Jarang sekali kami bertemu langsung, selain melalui internet, namun kami merasa dekat.

Alhamdulillah perjalanan singkat kami mengisi liburan hari buruh telah selesai, tiba di rumah menyisakan foto2 indah untuk kenangan, cucian numpuk, dan badan pegal2 🙂

Author: aku, si ibu

Hanya aku... ya aku... siapa lagi :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s