K’s new shoe.

img_4802

Terakhir kali K dapat sepatu baru adalah saat ulang tahunnya, awal Mei lalu. Sepatunya sebagai hadiah ulang tahun. Dibuka di hadapan 2 sahabatnya: Luke dan Jackson. K sangat bangga ketika kedua temannya terpesona dan berkata: “wowww star wars shoe!”. Kemudian memakainya dengan gembira selama musim panas tahun ini.

Belakangan nampak ujung depan sepatunya mulai lecet. Kemudia mengelupas. Kemarin, sudah bolong! plastik tulang ujung sepatunya bahkan patah dan muncul keluar. Haa… K, apa yang terjadi hari itu?

K tertawa dan mengatakan dia merusakkan sepatunya. Maksudnya, dia menendang2kan sepatunya sampai rusak. Sepatunya memang tipis dan ringan, sepatu musim panas yang mudah rusak. Waktunya juga memang tepat, cuaca mulai dingin, K harus menggunakan sepatu yang lebih tebal.

“It’s time for you to use new shoe that I bought last time” kataku, “the weather is getting colder tho..”

“Yeaaa…. I love it, i get new shoe, i get new shoe” katanya girang. Ketika aku keluarkan sepatu baru dari closet, K segera mencoba dengan semangat, “I’ll show it to Jackson. Thank you ibu”

“You are welcome K” jawabku terharu.

K memang seorang anak yang expresif, dia akan ceria luar biasa atau merengut juga luar biasa. Namun dia tidak mudah mengekspresikan secara personal kepada seseorang seperti mengucapkan terima kasih, meminta maaf, atau berempati dengan pertanyaan: “are you ok” dan sejenisnya. Maka saat dia mengucapkan “thank you, ibu” aku sungguh terharu. Paling tidak dia sudah belajar mengungkapkan dalam kata2 kepada orang terdekatnya. Pelan-pelan aku ajari kepada adik-adiknya, dan seterusnya.

Maka pagi ini, dia semangat pergi sekolah. Sesekali menunduk dan jalannya loncat-loncat. Tapi, jalan loncat-loncat ini biasanya juga begitu kok 🙂
Di pemberhentian bus sekolah, anak tetangga teman sekelasnya berkata: “wow.. look K uses new shoe”. heheh aku tertawa, K malu2 diam saja, wajahnya melengos bersembunyi dekatku. Sepatu K memang berwarna putih dan nampak mengkilat dalam cuaca pagi yang kelabu.
Ketika bus datang, anak-anak segera berbaris antri. K berlari dan tersenyum lebar, melambaikan tangannya padaku. Juga ketika di dalam bus sekolah, badannya yang masih kecil nampak berdiri agar bisa melihat senyumku, dan melambaikan tangan.

Ah, semoga keceriaannya pagi ini disebabkan sepatu barunya.

Aku sepintas berpikir, K juga adik2nya tidak pernah sengaja aku belikan sepatu mahal dari merk tertentu. Aku memang bukan orang yang mengikuti merk. Walaupun percaya kalau merk itu jaminan mutu (iklan baygon jaman dulu ya…). Aku tidak ingin menggunakan barang tertentu hanya karena merknya. Isengnya aku malah berpikir, jika kita menggunakan pakaian dari merk tertentu dengan tulisan merk yang terpampang jelas dan orang lain bisa membaca, apakah justru kita seperti model berjalan yang mengiklankan produk merk tersebut? Bukankah justru seharusnya kita yang dibayar? Heheh…

Untuk pakaian anak2, baik sepatu, celana, atau lainnya. Pertama kali aku lihat harga. Kemudian kualitas, kemudian manfaatnya buat anak. Jika aku menemukan barang bermerk dengan harga murah, misalnya discount, sale, kupon, atau sejenisnya, aku bisa jadi beli. Di sini mudah saja mendapatkannya. Banyak orang yang gemar berburu sale baran2 bermerk. Mereka akan selalu mendapatkannya. Namun, kegiatan itu tentu saja membutuhkan waktu luang tersendiri. Sementara aku tidak pernah mengutamakan belanja sebagai kegiatan utama. Mungkin karena gak ada temannya?

Setelah harga murah, aku lihat kualitas. Kalau murah sering kali dekat ke meriah, begitu kata dosenku dulu. Maka harus hati-hati memilih pula. Kemudian baru manfaatnya buat anak. Anak seusia K, tinggal di negara sub tropis. Kebanyakan pakaiannya hanya cukup untuk 6 bulan. Kemudian mau tidak mau harus ganti karena musim yang berbeda. Jadi, tidak perlu juga membeli sepatu yang kualitas super dengan merk terkenal dan harga paling tidak 2 kali dari yang aku beli: kualitas biasa, merk biasa, mencukupi kebutuhan yang ada 😉

Namun, kejadian sepatu baru kali ini membuatku berpikir. Apakah dia akan lebih bahagia ketika menggunakan sepatu merk tertentu yang sama dengan teman-temannya?Atau spatu dengan gambar tema tertentu yang saat ini sedang terkenal? Bukan karena dia mengucapkan terima kasih padaku, namun kegembiraan yang terpancar dari wajahnya yang membuatku semakin ingin membuatnya lebih bahagia.

Ah… rupanya aku harus memasukan perburuan “sale branded stuffs” ke dalam daftar kegiatanku 😉

Author: aku, si ibu

Hanya aku... ya aku... siapa lagi :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s