Sewer Back Up

Bukan cerita yang menarik: saluran WC meluap!

Ewww…. ketika malam2 sudah terdengar bunyi blub blub dari saluran WC dan waktu air dari Bathtub dibuang, mencurigakan. Sampai pagi2, pemakaian air sebangunan apt bersamaan, bunyi itu terdengar di ruang kontrol panel. Di lantainya ada lubang dari sewer. Waktu mau buka pintunya meriksa, eh karpet sudah basah. Hwaaaa… pengen nangis deh rasanya, terbayang rangkaian kereiweuhan yang akan terjadi. Lebih dari setahun lalu memang pernah terjadi.

Dan kemudian setelah kita menelepon kantor apartemen, segera datang petugas bersenjatakan walkie talkie. Mengetuk setiap pintu, memberi tahu untuk tidak pakai air dulu. Tak lama masuk salah seorang memeriksa ruang kontrol panel. Mengatakan akan datang petugas pembersih, plumber, dan yang lainnya. Aku pun siap2 bawa B dan S pergi, daripada di rumah menyaksikan keriweuhan.

Aku alasi dengan handuk bekas dan minta jangan diinjak, jalannya mepet tembok agar tidak injak karpet depan ruang kontrol panel. K jingkrak2 jijik tapi heboh senang. Dia bilang mau tanya Abi, teman sekelas yang juga tetangga di sini. Tinggalnya di lantai atas.

Setelah K pergi sekolah dan Dh ke kantor, aku bawa S dan B ke Global Food, toko international yang menjual makanan Indonesia. Pulangnya berhenti di McD yang playplacenya masih sepi. B dan S main sepuasnya. Gak beli apa2 karena di situ gak boleh bawa makanan dan minuman ke ruang playplace. Jadi, kita yang menunggu anak2 main benar2 duduk menunggu. Karena sepi dan S ikut main, aku juga ikutan main ber3. Seru… S lari2 dan teriak2 ke sana kemari gembira. B senang, tapi dia masih takut naik ke slide yang tinggi dan tertutup, harus di temani.

Jam 12 kami kembali ke rumah karena B harus sekolah. Mereka masih sibuk membersihkan karpet. Aku sampai menunggu di rumah Abi sampai tiba waktu bis sekolah datang. Tapi ya… sama saja gak boleh pakai air. Setelah B berangkat sekolah, aku pergi ke Jo-ann berdua S. Menghabiskan waktu saja, berharap mereka selesai ketika aku kembali ke rumah.

Jam 4 sore, rumah sudah bersih, namun karpet sekitar ruang kontrol panel basah dan 2 fan elektrik menderu2 meniupnya agar segera kering. Plus satu buah mesin de-humidifier agar lekas kering. Fiuhh… alat2 itu harus tetap bekerja sampai 3 hari. Katanya sih aman buat anak2, syukurlah.

Malam hari terdengar lagi suara gobling, golb golb, katanya begitu. Walau menurutku itu suara bubulukbukan, hihihi…. Demikian juga paginya. Tetangga sebelah rupanya lapor kantor sebagai jaga2. Kemudian Jigrag jigrag banyang petugas datang lagi. Pertama kali plumber dengan kacamata hitam mengkilat dan suara seperti penyiar radio, menjadikannya nampak seperti bintang film hollywood, LOL. Periksa sana periksa sini. Tapi dia kerja di rumah sebelah, flush WC dan bath tub berkali2. Sampai dia menyatakan:

“O… aman sekarang. You, jangan buang wipes ke WC lagi”

LOL, yang ini dengan tegas mengatakan, tidak seperti petugas lain yang kata2nya meliuk2 tidak kedengeran nuduh. Aku sih tidak merasa tertuduh, tidak merasa buang wipes ke WC, namun karena aku punya bayi dan anak kecil, mengertilah jika mereka menuduh.

“Kalau kamu buang sampah lain selain sampah yang semestinya (pup) dan tissue toilet, artinya kamu mengudnang sewer back up”

Hayyaaa…. ampooon…. ya gimana lagi, aku bilang orang di atas juga punya anak kecil, tapi yang kena banjir kan yg di bawah. Si plumber ngerti dan nyuruh aku kasih tau yang di atas. Yaaa… itu kan bukan tugasku, kebetulan kantor sudah membagikan surat teguran agar tidak membuang wipes ke WC.

Ok lah, yang penting, sekarang aman untuk pakai air. Namun jika ada suara mencurigakan lagi, artinya memang belum beres dan harus menghubungi kantor.

Malam ke-3 ya… ada suara lagi!Tanya tetangga sebelah mereka gak dengar suapa apa2 tapi mau menatau, jaga2. Tunggu pagi, suara lagi! Periksa ruang kontrol panel, masih aman, tidak ada yang meluap. Hendak telepon kantor pun santai saja, nunggu beres ngurus anak2: sarapan dan antar K ke bis sekolah.

Eh, pas balik, sudah heboh: Sewer back up again! Dont use water! Semua rumah sudah diketok, bahkan ruang kontrol panelku sudah diperiksa. Hhhhh…. Petugas kembali berdatangan. Kali ini seorang lelaki gemuk, kelihatan sekali kerjanya: lempar2 isi kamar mandi: pakaian kotor dipindah ke tempat tidur, tanpa bilang2, keset berserakan. Bahkan ketika mau mengeringkan lantai kamar mandi, tanpa ba bi bu, menarik handuk yang menggantung dan mengepel dengannya!

Cermin kamar mandi dibuka dan disimpan di ruang tengah. HIlir mudik cas cis cus dengan walkie talkie. Pasang kamera ke dalam saluran. Berantakan! Katanya mau ada plumber, mau potong pipa di dinding. Kemudian gak jadi karena si penyumbat sudah keluar: bertumpuk2 tisu basah dan tampon! Ha! Kok lega karena aku bukan pengguna tampon, hehe…

Ya… moga2 yang dengan sengaja membuang tissue basah dan tampon ke situ kapok deh… Kalo gak kapok ya aku yang ketiban, karena sewer back up hanya terjadi pada rumah di lantai bawah.

Lega, hari ini hari kesekian, tidak ada lagi suara blub blub, cermin kamar mandi sudah dikembalikan, dan tidak ada yang memotong pipa dari dinding, kebayang kotornya… walaupun mereka dengan sigap memebrsihkan sampai mengeringkan dengan teliti.

Semua kejadian itu aku selalu diskusikan dengan K. Dia jelas mengerti, namun selalu dicampur keisengannya berkomentar. Ini pembicaraan lucu di mobil setelah kejadian sewer back up:

“So, K… always remember not to put anything into WC, except….”

“…. ecxeeeeeppptttt (boxing annoucer voice)… your face! hiihihhi”

The end saja… 🙂

Author: aku, si ibu

Hanya aku... ya aku... siapa lagi :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s