Sister, bayi baru itu

Baby Sister, demikian kami menyebut bayi baru itu, pulang ke rumah bersama jaundice di tubuhnya. Seperti ke dua abangnya: B dan S. Bilibed pun dipesan untuk digunakan di rumah. Agak repot karena harus meletakan dia di bilibed hanya dengan diaper. 3 Jam sekali masih bangun untuk menyusu.

Keesokan pagi dibawa ke lab untuk diperiksa, alhamdulillah angka bilirubinnya turun. Teorinya, saat angka tersebut turun, ya sudah, tidak akan naik lagi. Pemakaian bilibed masih dilanjutkan. Sister pun masih menyantap sinar matahari musim panas pagi2 sampai jam 9. Setelah itu, warna kekuningan menghilang perlahan.

Saat sister di RS, pemeriksaan juga dilakukan pada plasentanya. Indikasi pertama adalah bau amis saat sister lahir, kemudian suhu plasenta dan suhu badan bayi yang juga agak tinggi, tidak sampai panas sih. Pada kasus yang tidak diinginkan, ada masalaha atau kelainan pada plasenta sehingga juga terjadi pada bayi. Hasil pemeriksaan saat itu, syukur, semua negatif, tidak ada apa2.

Sister mendapat beberapa imunisasi “wajib” saat lahir, test pendengaran, dan serangkaian test test lain. Setiap malam sister menginap di nursery room agar aku bisa istirahat. Setiap 3 jam suster mengantarnya untuk disusuin dan diperiksa diapernya.

Setiap pipis, poop, dan menyusui dicatat seksama. Ketiganya menunjukan proses metabolisme dalam tubuh bayi, lancar atau tidak. Warna kekuningan seperti logam mengindikasikan adanya jaundice juga.

Author: aku, si ibu

Hanya aku... ya aku... siapa lagi :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s