Sister, UTI, dan klinik dokter anak (1)

Suatu malam sister demam tinggi. Pake termometer yang masuk telinga sampe 104. Dih, ini cerita tersendiri jenis termometer begini. DH sampe melotot. 104 dan gak kenapa2? Maksud loooohhhh… gak kenapa-kenapa bijimaneeee? Anaknya gak bisa tidur, melotot, emaknya panik, kakeknya berdoa, hihi…. ibu memang selalu “kenapa-kenapa” kok, walau segerombolan cherioos terhampar di lantai (mulai ngelantur). Ntar yak cerita thermometernya…

Pastinya, nih anak shaliha dikasih obat cuman turun sampe 101 (anggap saja 104 itu bener ya :P), siang anget anget gak normal, besok malam mulaik lagi. Kebetulan, hari senin dia ada appoinment dokter untuk eczema pipinya yang ternyata membaik. Jadi datang ke dokter laporannya beda: pipi membaik setelah dikasih vaslin dan sekarang 2 malam panas.

Dokter langsung ambil sampel urine. Dan terbukti anak cantik ada UTI (Urinary Track Infection) langsung deh dirujuk ke ER rumah sakit dekat rumah. Setelah telepon DH, by the way, teleponnya numpang klinik karena batre habis dipake abang S yang nunggu di luar bersama aki. Anak ke-4 sodara. Panik iya.. pasti lah… anak perempuan satu2nya gitu loh… (lebay :P), tapi tetep cool, selain biar nini dan aki juga gak ikut panik, ya mau gimana lagi ya… Kesimpulannya, aku gak langsung ke ER, tapi pulang dulu, siap2 buat nginep, ini aku bilangnya jaga2 saja, padahal dokter bilang emang harus nginep. Habis itu capcus ke ER bareng sister berdua saja. Eh, ternyata aki yang ketiduran di sofa sebetulnya siap pergi mengantar. It is okay aki…

Dh janjinya pulang awal untuk jemput K dan B, trus nyusul ke ER. Tahu lah ER seperti apa… Untung saja aki juga gak ikut dan sister juga kalem, kalo gak tidur ya bengong-bengong. Kayaknya memang gak enak bodi. Aku liat kiri kanan, sementara nelepon dah gak ada sinyal. Syukur dah, ada wifi dari RS. Hore… #eh

Berjam jam lihat kiri kanan, kakek nenek anak ibu2 bapak2 yang ceria yang lunglai yang bonyok yang sambil mabuk puyeng, semua sama berjam jam, kok bisa ya? Alhamdulillah sister “cuman” segitu saja sakitnya. Kemudian setelah DH datang (khusus buat ngantuk di kursi :D) akhirnya dipanggik ke dalam, langsung di rujuk ke kamar. Nunggu sementara nurse dan dokter anak memeriksa, kemudian test urine dan usg. Setelah beberapa jam juga, hasilnya ya… begitulah… sister dapat UTI dan harus infus IV dan AB tentu menginap sekitar 2 hari.

DH pulang dan aku tinggal. Setiap 1 jam suster datang memantau, alhamdulillah malam itu gak panas tinggi lagi (ih makin curiga dengan kekeliruan pemakaian termometer telinga), walau sering merengek gak jelas dia juga bisa tidur, demikian emaknya ditemani wifi, gak usah memikirkan anak yang lain berikut rumah. Ah… rupanya emaknya juga butuh opname🙂

Hari kedua sister usg memastikan bakteri tidak naik ke ginjal. Periksa darah juga meyakinkan bakteri tidak masuk ke darah yang akan masuk otak menyebabkan meningitis (dwarrr disini niiih kalo dah spik spik sama dokter itu, seremnya, tapi ya emang gitu kaaannnn). Alhamdulillah semua negatif. Habis infus AB sister sudah boleh pulang hari ke-3.

uti1Hari ke-2 abang-abang, aki, dan nini datang menjenguk. K bawa buku untuk dibacakan ke sister. Semua kalo di telepon bilangnya kangen. Eh, pas datang, cukup lihat bentar dan langsung bengong ke layar tv, hihi… maklum di rumah kurang belaian kasih sayang tv, LOL.

Sementara kami pulang, masih ada satu hasil lab darah yang ditunggu hasilnya. Tapi, itu biasa. Hasilnya nanti via telepon kalau ada yang menghawatirkan, jika biasa saja, ya sudah, tinggal follow up 4 hari kemudian ke dokter anak.

Kembali ke rumah, aku dan sister, aki buka pintu dan bilang “tau begitu tadi tinggal di sana agar ada temen pulang. Ini kok berangkat sendiri, pulang juga sendiri”.

Memang rada aneh dibandingkan kebiasaan kami di tanah air jika ada yang opname. Diantar satu mobil penuh, ditengok pagi siang sore, ditungguin lebih dari 1 orang, pulang pun dijemput semobil penuh🙂

Dari pengalaman tersebut, UTI atau infeksi saluran kencing pada bayi, terutama bayi perempuan adalah biasa disebabkan bakteri dengan mudah masuk ke dalam saluran kencing yang masih pendek. Tidak ada yang bisa dilakukan untuk menghindarinya. Cukup seperti biasa mengganti diaper segera saat kotor dan membersihkan bagian yang kotor dengan teliti dari depan ke belakang. Panas tinggi yang tidak turun segera dengan obat biasa atau obat alami, biasanya tanda yang paling jelas ada bakteri di tubuh.

Pada bayi kecil seperti sister, harus segera ditangani seksama karena dihawatirkan: bakteri pada saluran kencing naik ke ginjal, menyebar ke darah, terbawa ke otak.

Singkatnya seperti itu deh…

 

 

 

Author: aku, si ibu

Hanya aku... ya aku... siapa lagi :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s