Journey to The West (1)

Untitled

Eh, kalau diterjemahkan jadi: Perjalanan ke Barat. Sun Go Kong kali? Hihihi….

The most epic our road trip, dilihat dari waktu, jarak, dan peserta. Berlangsung selama 10 hari, 3000 miles, ber-8 orang dan pulangnya 6 orang. Makanya judulnya rada2 lebay dikit dah, biar semangat. Fiuh…

Sebetulnya kalau merencanakan road trip itu muales sangat. Membayangkan tetek bengek barang yang harus dipersiapkan, kalau kelewat bisa sih berhenti di mana saja, walmart dan walgreen berserakan kok. Tapi ketika semua tersedia, sungguh lebih sangat membantu menghemat waktu, energi, dan biaya perjalanan. Mobil, menjadi rumah kecil kami. Ups maaf sampe harus teringat ide pipis di mana, bagi si kecil yang mood pipisnya bagai tombol lampu: on/off, langsung nyala atau mati, gak pake tawar menawar. hffttt…

*fast hint. Sediakan selalu botol bekas air mineral. Thank’s God, it’s a boy!

Aku break catatan ini dalam beberapa bagian. Juga gak akan cerita seperti dulu2 detail berururutan, mending cerita per bagian yang serunya saja. Foto lebih banyak di facebook yak🙂

Begitulah, Road Trip (RT) kali ini sekalian kita jalan2 winter break, sekalian menyapu 4 state ke arah barat, sekalian ajak nini-aki jalan2, sekalian pula aki-nini kembali ke Indonesia. Jadi, target utama adalah bandara tempat aki-nini akan berangkat. Dipilih antara LAX atau SFO. LAX artinya aki-nini cukup jalan2 sampai LAX, kita lanjut ke SF, DIpikir lagi, sayang juga tinggal 6 jam lagi menuju SF, setelah 3 atau 4 hari perjalanan menuju California, kenapa gak lanjut ke SF? Sekalian aki-nini tahu SF juga.

Antara semangat dan itu dia… mualesss membayangkan perjalanan panjang, kelelahan, dan segala kerepotannya. Akhirnya, semangat itu yang selalu menang🙂 Aki, K, dan S di baris paling belakang. B, Nini, dan Sister di baris tengah. Paling depan Ibu dan Ayah. Bagasi dipenuhi kopor dan kompor, heheh betul, kami bawa kompor gas portable yang biasa untuk kemping. Bekal aneka snack dan makan berat pun turut serta. Oh, ya, berhubung kopor aki saja ada 4 yang besar, jadi dua kopor naik ke atas. Persiapan untuk ini saja sekitar 2 bulan sebelumnya: pasang bars dan cari bag penutup agar tetap aman saat hujan atau tidak terkena debu di perjalanan. Semua muat, sehingga: ini bannya kok turun, heheh apa keberatan. Harusnya gak lah ya… Mobil pun dibawa dulu ke bengkel, ternyata ada paku kecil disitu, jadi pas diisi angin memang gak naik2. Ealahhhh…

Perjalanan dimulai, aki-nini sekalian berdadah2 dengan rumah dan segala sudut tempat tinggal kami. Agak kurang dramatis perpisahannya, karena paralel dengan kehebohan RT dimulai: rebutan peta! (padahal ini sudah diprintkan satu untuk 2 orang, ahhh memang…)

Peta di atas gambaran perjalanan kami selama 10 hari. Kota dan tempat yang benar-benar kami singgahi untuk menginap, memutari kotanya, atau bermain2 di parknya, adalah: Oklahoma City, Alburqueque, Flagstaff, Grand Canyon, Hoover Dam, Las Vegas, Pasadena, Los Angeles, Hollywood, Santa Monica, Malibu, Santa Barbara, San Jose, Sillicon valley, San Francisco, Yosmite National Park, Lake Tahoe, Elko, Salt Lake City, dan… sudah. Selepas Salt Lake City, tidak ada tujuan lain. Selain kami pernah beberapa kali melewati rute tersebut, kami memilih kembali pulang dan menyisakan 1 hari senin untuk istirahat di rumah.

Dalam perjalanan, kami menentukan dulu tujuan utama. Kali ini: Grand Canyon, Las Vegas, Hollywood, Malibu Beach, Silicon Valley, San Francisco International Airport. Selebihnya, kami biasa berhenti-berhenti di spot yang menarik. Kadang diperlambat, dilama2kan di rest area, lama-lama pas makan, atau banyak berhenti di pom bensin. Maka kadang tidak bisa menginap di penginapan setiap malam, kadang sambil jalan. Kalau begini maka aku terpaksa gantian nyetir satu jam saja.

Haha… 1 jam saja terpaksa😛 yah begitulah, baru nginjek gas 30 menit dah ngantuk. Padahal kalo duduk di sebelah supir, bisa tahan melek sambil nemenin yang nyupir. Oh ya… aku gak akan bahas gimana caranya bisa nyetir jauh dan tahan lama. Karena berhubungan dengan minat dan bakat (macam umptn gitu :P). Kalau emak2 kan bakatnya ngurus anak2, coba dibalik, emak nyetir bawaannya ngantuk, baru 15 menit dah ngunyem permen asem.  Setengah jam mulai gelisah. Sejam colek2 bapaknya biar bangun dan nerusin nyetir. Nah kalo Bapak gak nyetir, bawaannya nanya2 emak mulu, “apa itu bread and coklat?” Hah, gitu saja ditanyakan dulu😛

Tapi, karena RT kita kali ini santai, tugas bapak nambah: ngangetin makanan pake kompor gas portabel nya. Bahkan kalau berhenti di rest area, bisa bikin teh panas atau coklat panas dinikmati diperjalanan. Asikkk…

Setengah perjalanan, perbekalan makanan kita mencukupi. Cuaca juga mendukung sih, gak perlu bawa cooler. Bagasi di lantai mobil bahkan mirip kulkas. Makanan awet di situ. Selebihnya disambung dengan pop mie dan beli sayuran di toko yang kelewatan. Sesekali berhenti di restoran ikan, atau yang lain.

Author: aku, si ibu

Hanya aku... ya aku... siapa lagi :)

2 thoughts on “Journey to The West (1)”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s