Journey To The West (3): Lombard St.

Journey to The West (1)

DSC_0905.JPG
Lombard St. The crookedest Street in the World

Top 2, jalan paling mengerikan saat RT (Road Trip) adalah: Pertama: rute Jateng-Jabar melalui Salem, saat tengah malam gulita, berpapasan dengan truk muat kayu (diduga berat: ilegal loging) dengan supir dan kernet yang bermuka gak ada manis2nya, sementara di kiri jurang yang basah. DH mesti turun gendong S untuk ngatur agar mobil gak kecemplung jurang. (Gustiii… Pak Aher dan Pak Ganjar, tolong itu diperbaiki jalan… eh naha jadi curhat :D)

Kedua adalah menaiki Lombard St di San Francisco,dengan mobil fully occupied, bagasi sampe juga di atap. Mobil sampe berbunyi: kekkkkkkk…. keeeekkkk…. kekkkkkkk….. antara ngegas dan ngerem. Mobil di belakang pun jaga jarak, khawatir kita turun lagi. Mobil depan dibiarkan jauh agar pas maju agak panjang, gak tersendat-sendat. Satu blok yang menyeramkan sampai aku dan nini memutuskan turun demi mengurangi beban mobil😛 Bahkan dengan berjalan kaki pun kami harus memiringkan badan ke depan agar seimbang.

Eh tapi, bukan mobil kita saja kok yang bernasib sama, yang lain banyakkkk… Depan kita juga selalu mundur dikit saat mau maju. Ada yang mengakali dengan berjalan zigzag, ada yang memainkan rem kaki/tangan yang kemudian dilakukan oleh kami: saat berhenti, rem kaki dipakai, saat maju, rem kaki dilepas bersamaan dengan gas. Itu 2 trick menanjak di Lombard St.

Karena belum tahu seperti apa, walaupun sudah lihat di foto2, obrolan di forum2, dll, sebelum turun, saya usulkan untuk putar balik saja, gak usah lah maksain mau lewat Lombard St. yang kelok 8 itu, hehe… Tapi kegigihan DH menunjukkan kepiawaian nyetir plus memperlihatkan Lombard St. kepada kami membuahkan hasil: menyenangkan!

lombardKami menaiki Lombard St dari Polk St. Satu block bunyi berdecit2, block kedua berjalan lancar. Kalau mau lebih gila, bisa nambah 1 block lagi ke bawah, dari Vann Ness Ave😛. Setelah 2 block itu sampai di puncak, berpotongan dengan jalan Hayde. Di situ Trolley terkenal SF lewat. Jadi bisa saja pakai Trolley kalau mau ke Lombard St. Tapinya, sumpah, lebih seru pakai mobil, dengan resiko mundur lagi itu. Mungkin kalo berpengalaman nyetir truk di Cadas Pangeran, bisa berbekal balok kayu ganjal ban, kernetnya lari2 kecil di luar siap2 pasang/copot balok😛

Setelah Hayde itu, memasuki bagian paling terkenalnya: The Crookedest Street in the world. Jalan kelok 8 kalau kita sebutnya dengan kecepatan 5 m. Polisi mengatur lalu lintas di situ, makanya kami yang naik harus berhenti karena memang bergantian dengan mereka yang menggunakan Hayde St. Jalanannya pakai paving block. Kanan kiri masih ada rumah dengan pintu masuk, plus satu spot parkir buat mobil. Mereka ya biasa saja parkir. Para turis lalu lalang dengan mobil atau jalan kaki di jalanannya atau di tangga pedestrian. Saat berjalan kaki itu, aku dan nini asyik mengagumi keunikan yang ada. Mobil kami lewat kami dadah2, lega rasanya lihat mobil bisa menurun pelan2 tanpa terjadi apa2 saat naik tadi.

DSC_0886
Mobil ambil jarak biar jalannya agak lama🙂

Entah apakah tingkat keasikan menikmati uniknya jalan kelok 8 itu juga akan sama jika kami datang dengan trolley, atau tanpa menaiki Lombard st dari sisi lain? Selama ini Lombard st dikenal dengan crookedest-nya, bukan dengan bunyi rem kekkkkk keeeekkkk…. apalagi ditambah rasa khawatir bakal mundur lagi nabrak mobil belakang atau
mungkin ditabrak dari depan🙂

Keterangan tentang Lombard St, bisa di lihat di halaman wikinya: Lombard St.

Author: aku, si ibu

Hanya aku... ya aku... siapa lagi :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s