Hamil dan berhenti menyusui

Ketika aku tahu hamil 4 minggu, usia kakak 14 bulan. Aku dan mas sudah memikirkan untuk menyapih kakak. Masalah pribadi saja:
– Kehamilan pertama berat, sehingga perlu antisipasi pada yang kedua. Kakak perlu disiapkan lebih ‘mandiri’ dan ‘mengurangi tugasku’
– Sejak 12 bulan, kakak sudah kurang menyusunya, hanya pengantar tidur dan ketika bangun malam saja, sehingga kuantitasnya juga gak banyak
– Kakak belum terlalu ngerti untuk protes bahkan untuk ngomong minta mimi pun belum bisa.

Jadi deh, bertahap dikurangi miminya.
– Makan full, terutama gizi
– Aktivitas dan atensi siang hari full
– Pergi tidur ketika benar2 ngantuk
Hasilnya, alhamdulillah, minggu ke-4 tinggal 1 problem: kalo bangun malam masih pengen tidur lagi diantar mimi. Dibiarkan 30 menit tertidur sendiri, terutama kalo dia udah sadar. Sisanya, ga masalah.

Sedih? Hmmm
Cita2 sih kasih sampai 2 tahun, namun ya ada kendala lain yang menurut kami lebih penting. Sebagai “pembenaran”  aku pun udah search baiknya menyapih usia 14 bulan dan ketika hamil lagi:
1. Sejak selesai asi exclusive, menyusui masuk dalam proses weaning: perlahan2 berganti menjadi makanan normal. Di dalamnya termasuk asupan gizi yang tidak bergantung lagi pada asi. Target waktu ideal: 2 tahun.
2. Usia 1 tahun, ketika sudah bisa mengkonsumsi regular milk, proses weaning semakin jelas, anak diusahakan belajar minum 1-2 gelas susu regular.
Hamil sambil menyusui:
1. Breastfeed during pregnancy itu biasa, kalo berniat meneruskan ya bagus, bahkan sampe nyusuin tandem
2. Kalo mo diterusin, harus banyak istirahat dan asupan makanan plus gizi juga, pan kerja double, menyusui juga nyedot kalori banyak
3. Rasa asi menjadi salty. Teksturenya pun berubah, lebih encer, dan lebih bening. Kadang malah anaknya meweaning sendiri karena perubahan rasa itu, menolak. Banyak juga yang ga apa2.
4. Bisa menimbulkan kontraksi, dirasa2in. Ini yang perlu dihindari. Kalo aku perasaan nggak, atau iya ya, hmmm  Tapi, kontraksi itu biasa kok walo ga nyusuin, misalnya karena sex-intercouse atau olahraga
5. Nipple akan berasa lebih sakit seperti pertama nyusuin, tapi biasanya ga lama dan ga parah
6. Gizi? sepanjang yang aku baca, gizi asi berkurang karena janin lebih dominan mengambil nutrisinya. Ada mitos kalo janin itu ‘great parasit’. Tubuh ibu juga mengutamakan gizi buat janin. Jadi balik lagi, kalo asupan gizi banyak, kebutuhan janin tercukupi, so, kualitas asi Insha Allah masih bagus.
7. Bikin m/c? ga, itu mitos saja. Kalo emang awalnya potensi m/c ya pasti m/c. Kalo ga sih insha Allah lancar.
Jadi ada juga sih alasannya untuk mewean anak ketika kita hamil lagi. Walopun secara umum, menyusui ketika hamil ga banyak ruginya. Cuman ya itu perlu effort lebih.

Again, back to ourself yaaa….. ga perlu merasa bersalah ketika memilih weaning dengan alasan tertentu atau keep good working continuing breastfeed sampe 2 tahun.

Dasar menyusui sampai 2 tahun untuk penyempurnaan dan menghentikannya setelah musyawarah dengan bapaknya anak:
Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” [QS al-Baqoroh : 233]

Justru menyusui >2 tahun yang tidak ada dasar hukumnya. Belakangan dinilai bagus untuk psikologi atau karena asi bagus jadi diteruskan sesukanya anak, ya itu sih standar manusia, tidak mutlak.

Aku belakangan malah berpikir, jika masih menyusui tandem ketika bayi lahir, apakah gak menjadi tekanan psikologis bagi kakaknya? Bukan tidak mungkin pada suatu saat ke2 anak ingin menyusu pada waktu bersamaan dan tentu kita akan mendahulukan bayi. Jadi, kita harus lebih bijaksana menghadapi anak yang lebih besar karena perasaan dan cara berpikirnya sudah berkembang, misalnya perasaan tersisih.

*sementara gitu dulu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s