Menyusui

Catatan tentang breastfeeding ini adalah pengalaman pribadi saya berusaha memberi ASI exclusive buat anak pertama kami: kakak ditambah sedikit saat anak kedua: adik.
Sekedar sharing, mungkin cocok mungkin juga tidak.

Prenatal
– Pada bulan ke-8 kehamilan, lakukan pijat payudara dengan cara: salah satu telapak tangan menopang bagian bawah, telapak tangan yang lain mengurut dari arah luar ke dalam, lakukan setiap kali habis mandi.
– Pada bulan ke-8 merangsang nipple agar keluar dengan cara: memutar niple dengan ibu jari dan telunjuk pelan2
– Gunakan cream lanolin (saya pake merk Lansinoh) untuk melembapkan nipple, terutama sebelum mandi dan merangsang nipple
– Jangan memijit pada minggu2 terahir, bisa menyebabkan kontraksi, kecuali memang diharapkan.

Ketika Bayi Lahir
1. Bayi tidak memerlukan makanan dalam 2-3 hari pertama
2. Bayi belum memiliki sense lapar
3. Bayi menangis bukan berarti lapar
4. Bayi sudah memiliki kemampuan sucking atau menyedot nipple
5. Air susu akan keluar/terproduksi dalam 2-3 hari, punyaku malah hari ke-4
6. Walaupun 1-2-3 hal di atas, sejak bayi lahir, susui bayi sebanyak minimal 8-12 kali sehari (2-3 jam sekali), atau on demand. Bayi akan merasa nyaman dan mengurangi tangisan, karena bayi sudah mengenal “bau” ibunya.
7. Satu jam pertama bayi lahir sangat penting, usahakan bayi belajar menyusui (saya tidak melakukannya pada kakak, ya pada adik)
8. Terkait dengan no.7, sebisa mungkin lakukan Early Latch On atau menyusui inisiasi dini pada 1 jam pertama. Langsung begitu bayi lahir, cukup ditutup selimut atasnya. Bayi disimpan di dada/perut ibu, skin to skin, ibu berbicara, ayah menemani, bayi secara naluri akan menemukan nipple sendiri. Waktunya berkisar 1-1.5 jam. ELO perlu dimintakan dengan tegas pada pihak medis.
9. Untuk menghindari bingung puting dan bayi malas belajar menyusui, hindari: pacifier, susu botol, air gula, air, dll (saya tidak melakukannya pada kakak, abis bayi nangis terus kasian, jadi dikasih pacifier , waktu adik, anaknya gak mau dan memang tidak nangis, serta menyusuinya langsung lancar, jadi tidak perlu alat bantu, bagus karena sebetulya memang tidak perlu alat bantu )

Fact menyusui
1. Asi berdasarkan demand dan supply, semakin banyak dikeluarkan, sebanyak itu pula diproduksi
2. Menyusui tidak sakit, hanya sedikit geli, jika sakit, artinya posisi tidak benar
3. Susukan payudara kedua2nya dengan proporsi sama

Belajar menyusui
1. Buat catatan waktu menyusui minimal 2-3 jam sekali, 6 kali pee, 3 kali poo, selanjutnya menyusui secara on-demand, ketika bayi nangis, segera susukan
2. Bisa skip sekali, jangan skip yang berikutnya, bangunkan bayi jika waktu menyusui tiba dan dia tertidur, mengganti diaper bisa membuatnya terbangun. *kok skip? Ya model saya, dengan kondisi habis operasi dan sakit tulang belakang parah, menyusui adalah pekerjaan luar biasa penuh tantangan
3. Masukan nipple beserta areola ke mulut bayi yang terbuka tepat di tengah2
4. Bantu bayi dengan menjepit aerola menggunakan ibu jari dan telunjuk dari samping
5. Perhatikan gerakan di atas telinga bayi, jika bergerak, artinya bayi sucking, jika yang bergerak hanya pipi, artinya bayi hanya chewing
6. Jika bayi berhasil, akan terdengar bunyi menelan setiap kali sucking
7. Sucking akan pause beberapa saat, kemudian berlanjut
8. Kelikitik bayi jika tertidur

Kendala menyusui
1. Posisi yang tidak benar
2. Nipple sore atau bahkan crack
3. Flat nipple
4. (Note: pemikiran saya sendiri, just my 2 cent) Faktor perubahan alam, lingkungan, stress level lingkungan, dll juga berpengaruh pada proses pemberian dan produksi asi. Jaman dulu ketika alam masih fresh, sehat, segar, teknologi sederhana, tentunya jauh lebih banyak memberi efek positip pada manusia sehingga usaha memberi asi kepada anak lebih mudah daripada jaman sekarang.
5. (Pengalaman adik): bayi tidur terus dan lebih mudah berhenti, sering menolak

Mengatasi kendala
1. Perbaiki posisi
2. Gunakan lanolin setelah menyusui
3. Susukan payudara yang tidak bermasalah terlebih dahulu sekitar 75% waktu menyusui, baru pindah pada
4. Jika parah (seperti saya), gunakan nipple shield untuk sementara, dan terus susukan
5. Jika semakin parah (seperti saya), jangan disusukan, gunakan pompa elektrik atau pake tangan sehingga asi tetap keluar
6. Jika bayi tidur terus, sering bangunkan dengan berbagai cara. Jika menolak, sering tawari. *perasaan di awal menyusui adik, kerjaan saya cuman nawarin nyusu aja, heheh

Flat nipple
1. Posisi benar
2. Bantu bayi dengan menjepit aerola menggunakan ibujari dan telunjuk sehingga nipple lebih lancip
3. Jika asi terlalu penuh, pompa sedikit sehingga aerola tidak terlalu keras

kapan bayi lapar?
Memasukan tangan ke mulut
Menelengkan kepala ke kiri atau kanan (kakak)
Menangis
Sudah waktunya menyusui
Tidak ada tanda2, bayi tidur saja dan menolak (kejadian pada adik)

Cukupkah bayi anda menyusu?
1. Berat badan bertambah sehari 1 oz (28 gr), sampe usia 6 bulan
2. Tangan mengepal menjadi rilex
3. Setelah menyusui bayi tenang, siap bermain, ceria, atau tidur lelap
4. Breast yang tadinya keras jadi lembek

Makanan ibu menyusui dan agar asi banyak
1. Makanan sehat, teratur, dan cukup
2. Susukan teratur, ingat prinsip asi: semakin dikeluarkan, semakin diproduksi
2. Perbanyak protein, makanan dengan protein tinggi: daging, kacang kedelai, kacang merah, dll. Search aja di google: food protein
3. Minum, minum, minum. Air putih dan juice. Sebagian menysinyalir, banyak minum bisa memberbanyak asi. Namun secara medis tidak terbukti. Banyak minum diperlukan agar ibu tidak dehidrasi.
4. Istirahat


Berbahagialah. Hargai pula usaha anda sendiri. Menyusui bukan sesuatu yang mudah. Memerlukan pengorbanan fisik, mental, dan waktu. Jadi, keberhasilan sekecil apapun sudah selayaknya untuk dihargai, minimal oleh diri sendiri.

Jika sudah berusaha kemudian gagal, tidak perlu kecewa dan menyalahkan diri sendiri. Yang kita terima adalah yang terbaik bagi kita. Segala solusi yang ada sekarang, misal: formula, muncul bukan tanpa alasan, dan bukan untuk tidak bermanfaat. (Allah menciptakan semuanya dengan tujuan).

Saya teringat solusi lain yang diberikanNya: ibu susu. Why not? Jaman Rasulullah, ibu susu adalah profesi, dari sisi lahiriah, mereka dibayar. Bathiniahnya, subhanallah, hanya Allah yang membalas, Insha Allah. Jaman sekarang, agak sulit kalau tidak dimulai, namun bukan mustahil. Asal jangan lupa mencatat dan tetap berkomunikasi dengan ibu susu plus saudara susunya.

Kenapa saya nulis demikian?
Saya mendapati beberapa ibu menyesal *seumur2 deh kayaknya* karena tidak bisa menyusui anaknya. Terutama ketika anaknya kena sakit. Diperparah komentar orang2 *sesama ibu bahkan*: “itulah kalo ga diberi asi”.
Sakit sehatnya anak, tidak cukup hanya dengan asi. Asi dan makanan sehat di awal tahun memang tidak dipungkiri: SANGAT PENTING. Namun faktor kesehatan tidak hanya bergantung pada itu. Pola makan dan pola hidup sesudahnya, berpuluh2 tahun kemudian, juga sama pentingnya dengan asi dan makanan sehat di awal tahun. Belum lagi kondisi lingkungan dan alam juga berpengaruh besar.
Ibarat pondasi, sekuat apapun pondasi, jika dinding dan atap rapuh, ya tetep saja rubuh kena angin.

So, jika anak mendapat asi dan makanan sehat ketika bayi, lanjutkan menjadi pola hidup dan pola makan sehat di sisa umurnya. Jika tidak mendapat asi, penuhi pola hidup dan pola makan sehat disisa umurnya.

Tentu saja, tetap bukan pembenaran terhadap tindakan “tidak memberi asi” secara sengaja, tanpa kendala atau hanya alasan kosmetik saja. Juga tidak berarti bahwa menyusui itu menegangkan seperti menghadapi ujian negara. Pengalaman membuktikan bahwa justru dengan rileks dan percaya diri, banyak yang berhasil menyusui.

ps. saya tidak setuju beberapa artikel yang menyatakan menyusui sebelah menyebabkan konsumsi asi tidak cukup. Asi berdasarkan supply and demand. Anggap saja menyusui bayi kembar, masing2 mendapatkan sebuah breast.

*sementara segitu

—-

Edit 29 juli 2010
Alhamdulillah di Indonesia, fatwa MUI baru saja menghalalkan bank susu. Asal tetap dicatat siapa si ibu susu dan tetap berkomunikasi (menjaga hubungan saudara susu), dan membicarakan pembayaran, bukan berarti bayar ya, maksudnya ijab kabul kalau mau dibayar berapa, kalau mau tidak dibayar gimana.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s