Ukuran bayi

Pola pertumbuhan berat badan bayi/BB (weight) dan panjang badan/PB (length) bayi digambarkan dalam Kurva Pertumbuhan atau Weight/Length Chart.

Rentangnya dari 5% sampai 95%. Apabila bayi berada dalam chart tersebut, maka bayi masih dikatakan normal. Namun, berada di luar chart baik lebih rendah atau lebih tinggi tidak bisa dinilai ada kelainan, harus diperiksa penyebabnya apa. Misalnya faktor genetik. Memeriksakan dan berdiskusi denan dokter adalah jalan terbaik.

Berada pada curva 5% atau 95% tidak lah penting. Bayi pada 95% tidak bisa dikatakan lebih sehat daripada yang 5%. Proporsi antara berat dan panjang, serta kecenderungan pertumbuhan lebih penting. Misalnya, bayi dengan panjang 95% namun berat 5%, akan nampak kurus dan mungkin tidak menunjang panjangnya. Sebaliknya, bayi dengan berat 95% dan panjang 5%, perlu diteliti adanya kemungkinan obesitas dan dilihat juga apakah ukuran yang tidak proporsional itu mengganggu aktifitasnya.

Kita sebagai orang tua, cenderung senang bayi yang chubby. Montok, hihihi lucu siiih. Dan kelihatannya sehat gitu. Padahal namanya sehat itu ya segar, ceria, dan aktif. Kalo chubby tapi susah gerak ya kasian juga kan ya…

pssss.. tetep, namanya ibu ya.. aku juga khawatiiir banget.
Ceritanya sejak awal, curvanya kakak bagus. 90% untuk tinggi dan berat. Bukan karena pada kurva atas aku senang, namun karena kurvanya bagus, mulus deeeh ngikutin standar. Eh pas bulan ke-5, pertumbuhannya berhenti. Kalo naek pun cuman dikiiiiit. Panjangnya pun sama, ga seperti 0-5 bulan. Pusing dong, mana setelah itu kakak mogok makan lagi.

Wajarlah kalo bingung, first timer gini. Namun kemudian nenang2in diri, cari2 info, denger2 nasihat dokter dan orang lain yang dah pengalaman. Kesimpulan penyebab pertumbuhan kakak tidak sepesat 0-5 bulan adalah energi banyak keluar untuk:
1. Mobile, kakak semangat sekali untuk duduk, lonjak2, creeping, merangkak, berdiri, tertawa, teriak, dll
2. Mulai bersosialisasi
3. Gigi, mulai 5.5 bulan sampai 7 bulan udah punya 6 gigi

Selain perlu energi banyak, juga menyebabkan apetite atau nafsu makan menurun. Ga tertarik untuk makan, maunya main dan memperhatikan hal lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s